Blog ini berisi berbagai informasi, baik dari kesehatan, pendidikan, menu sehat, keluarga, dan lain-lain. Menerima kiriman artikel menarik dan bermanfaat. Silakan berbagi untuk Indonesia sehat dan sempurna!

Haiii Guys...wellcome

Selamat datang diblog your publisher....
Yuk, jadikan masyarakat Indonesia lebih sehat dan cerdas....

Mengenai Saya

Yogyakarta, DIY, Indonesia

Selasa, 13 April 2010

HERPES SIMPLEKS

Yayasan Spiritia Lembaran Informasi 519
HERPES SIMPLEKS
Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: info@spiritia.or.id Situs web: http://spiritia.or.id/
Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.
Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org
Apa Herpes Simpleks Itu?
Herpes simpleks berkenaan dengan
sekelompok virus yang menulari manusia.
Serupa dengan herpes zoster (lihat
Lembaran Informasi (LI) 514), herpes
simpleks menyebabkan luka-luka yang
sangat sakit pada kulit. Gejala pertama
biasanya gatal-gatal dan kesemutan/
perasaan geli, diikuti dengan lepuh yang
membuka dan menjadi sangat sakit.
Infeksi ini dapat dorman (tidak aktif)
dalam sel saraf selama beberapa waktu.
Namun tiba-tiba infeksi menjadi aktif
kembali. Herpes dapat aktif tanpa gejala.
Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1)
adalah penyebab umum untuk luka-luka
demam (cold sore) di sekeliling mulut.
HSV-2 biasanya menyebabkan herpes
kelamin. Namun HSV-1 dapat menyebabkan
infeksi pada kelamin dan HSV-2
dapat menginfeksikan daerah mulut
melalui hubungan seks.
HSV adalah penyakit yang sangat
umum. Di AS, kurang lebih 45 juta orang
memiliki infeksi HSV – kurang lebih
20% orang di atas usia 12 tahun. Diperkirakan
terjadi satu juta infeksi baru
setiap tahun. Prevalensi dan kejadian di
Indonesia belum diketahui. Angka
prevalensi infeksi HSV sudah meningkat
secara bermakna selama dasawarsa
terakhir. Sekitar 80% orang dengan HIV
juga terinfeksi herpes kelamin.
Infeksi HSV-2 lebih umum pada
perempuan. Di AS, kurang lebih satu dari
empat perempuan dan satu dari lima lakilaki
terinfeksi HSV-2. HSV kelamin
berpotensi menyebabkan kematian pada
bayi yang terinfeksi. Bila seorang
perempuan mempunyai herpes kelamin
aktif waktu melahirkan, sebaiknya
melahirkan dengan bedah sesar.
Jangkitan HSV berulang dapat terjadi
bahkan pada orang dengan sistem
kekebalan yang sehat. Jangkitan HSV
yang lama mungkin berarti sistem
kekebalan tubuh sudah lemah. Ini
termasuk orang terinfeksi HIV, terutama
mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Untungnya, jarang ada jangkitan lama
yang tidak menjadi pulih kecuali pada
Odha dengan jumlah CD4 yang sangat
rendah. Jangkitan lama ini juga sangat
jarang terjadi setelah tersedianya terapi
antiretroviral (ART).
HSV dan HIV
HSV tidak termasuk infeksi yang mendefinisikan
AIDS. Namun orang yang
terinfeksi dengan HIV dan HSV bersamaan
lebih mungkin mengalami
jangkitan herpes lebih sering. Jangkitan
ini dapat lebih berat dan bertahan lebih
lama dibandingkan dengan orang tidak
terinfeksi HIV.
Luka herpes menyediakan jalur yang
dimanfaatkan HIV untuk melewati
pertahanan kekebalan tubuh, sehingga
menjadi lebih mudah terinfeksi HIV.
Sebuah penelitian baru menemukan
risiko orang dengan HSV tertular HIV
adalah tiga kali lebih tinggi dibandingkan
orang tanpa HSV. Sebuah penelitian lain
menemukan bahwa mengobati HSV
dapat mengakibatkan penurunan yang
bermakna pada viral load HIV. Namun
penelitian lain menemukan bahwa
mengobati herpes kelamin tidak mencegah
infeksi HIV baru.
Orang dengan HIV dan HSV bersama
juga sebaiknya sangat hati-hati waktu
ada jangkitan HSV. Pada waktu itu, viral
load HIV-nya (lihat LI 125) biasanya
meningkat, yang meningkatkan risiko
penularan HIV-nya pada orang lain.
Bagaimana HSV Menular?
Infeksi HSV ditularkan dari orang ke
orang melalui hubungan langsung
dengan daerah tubuh yang terinfeksi.
Penularan dapat terjadi walaupun
tidak ada luka HSV yang terbuka.
Lagi pula, sebagian besar orang dengan
HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi
dan tidak sadar bahwa mereka dapat
menyebarkannya. Justru, di AS hanya
9% orang dengan HSV-2 mengetahui
dirinya terinfeksi.
Bagaimana Herpes Diobati?
Perawatan setempat untuk herpes
zoster sebaiknya termasuk membersihkan
lukanya dengan air garam dan
menjaganya tetap kering. Gentian violet
dapat dioleskan pada luka.
Pengobatan baku untuk HSV adalah
asiklovir dalam bentuk pil dua sampai
lima kali sehari. Ada versi asiklovir lain
dengan nama valasiklovir. Valasiklovir
dapat diminum dua atau tiga kali sehari,
tetapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan
asiklovir. Famsiklovir adalah
obat lain yang dipakai untuk mengobati
HSV.
Obat ini tidak menyembuhkan infeksi
HSV. Namun obat ini dapat mengurangi
lama dan beratnya jangkitan yang terjadi.
Dokter mungkin meresepkan terapi
“rumatan” – terapi antiherpes harian –
untuk orang dengan HIV yang sering
mengalami jangkitan HSV. Terapi ini
dapat mencegah sebagian besar jangkitan.
Terapi ini juga mengurangi secara
bermakna jumlah hari dalam bulan
waktu HSV dapat terdeteksi pada kulit
atau selaput mukosa, bahkan tidak ada
gejala.
Apakah Herpes Dapat Dicegah?
Penyebaran HSV sulit dicegah. Hal ini
sebagian karena banyak orang dengan
HSV tidak tahu dirinya terinfeksi dan
dapat menularkannya. Orang yang tahu
dirinya terinfeksi HSV pun mungkin
tidak mengetahui mereka dapat menularkan
infeksi walaupun mereka tidak
mempunyai luka herpes yang terbuka.
Angka penularan HSV dapat dikurangi
dengan penggunaan kondom. Namun
kondom tidak dapat mencegah semua
penularan. Infeksi HSV dapat menular
dan ditulari dari daerah kelamin yang
agak luas – lebih luas daripada yang
ditutup oleh celana dalam – dan juga di
daerah mulut. Bila orang dengan herpes
minum asiklovir setiap hari, mereka
dapat mengurangi risiko menulari herpes
pada orang lain.
Para peneliti sekarang mencari vaksin
untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin
menunjukkan hasil yang baik terhadap
HSV-2 pada perempuan, tetapi tidak
pada laki-laki. Belum ada vaksin yang
disetujui untuk mencegah infeksi HSV,
tetapi penelitian terhadap vaksin untuk
HSV berlanjut terus.
Garis Dasar
Herpes simpleks adalah infeksi virus
yang dapat menyebabkan herpes kelamin
atau “luka demam” di sekitar mulut.
Sebagian besar orang yang terinfeksi
HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi.
HSV mudah menular dari orang ke orang
waktu hubungan seks atau hubungan
langsung yang lain dengan daerah infeksi
HSV. Herpes dapat menular walaupun
luka terbuka tidak terlihat.
Belum ada obat penyembuh untuk
herpes. Sekali kita terinfeksi, kita tetap
terinfeksi untuk seumur hidup. Orang
dengan herpes sekali-kali dapat mengalami
jangkitan kulit melepuh yang sakit.
Setelah setiap jangkitan selesai, untuk
sementara infeksi menjadi laten atau
tidak aktif. Orang dengan HIV mengalami
jangkitan HSV yang lebih sering
dan lebih berat.
Diperbarui 25 Mei 2009 berdasarkan FS 508 The
AIDS Infonet 24 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Search

Memuat...

Pengikut