Blog ini berisi berbagai informasi, baik dari kesehatan, pendidikan, menu sehat, keluarga, dan lain-lain. Menerima kiriman artikel menarik dan bermanfaat. Silakan berbagi untuk Indonesia sehat dan sempurna!

Haiii Guys...wellcome

Selamat datang diblog your publisher....
Yuk, jadikan masyarakat Indonesia lebih sehat dan cerdas....

Mengenai Saya

Yogyakarta, DIY, Indonesia

Minggu, 18 April 2010

SEBUAH PENDEKATAN LINGUISTIK UNTUK WACANA: STRUKTUR DAN WELL FORMADNESS

SEBUAH PENDEKATAN LINGUISTIK UNTUK WACANA: STRUKTUR DAN WELL FORMADNESS

Pada bab 1 – 4, diilustrasikan batasan umum bahwa pembicara dapat mengatakan sesuatu dan mengartikan lainnya. Kemungkinan semua ahli bahasa menyetujui pernyataan serupa: arti dari sebuah ungkapan tergantung pada konteks yang digunakan, termasuk koteks. Atau frase lebih secara hati-hati: secara harfiah (proposisional, logika, konsep, atau kognitif) mengartikan sebuah kalimat pada faktor menentukan bagaimana sebuah ungkapan dari kalimat diinterpretasikan dalam kejadian khusus saat digunakan. Tambahan pula, hal ini diakui secara luas, tidak semua kalimat memiliki kemungkinan banyak arti dalam pemisahan, meskipun pendengar dapat menghasilkan kedwiartian dari referensi pada konteks ungkapan, dalam cara yang tidak semua dimengerti dengan baik.
Ahli bahasa membantah, apakah perwujudan dalam cakupan dari linguistic tepat, atau apakah semantic linguistic akan membatasi penelitian arti literal, mengabaikan stilistik dan arti metafora, ironis, implikatur percakapan, dan sebagainya. Mereka tidak setuju, dalam kata, apakah lebih fenomenal dapat menjelaskan sebuah linguistic-semantik, atau hanya sebuah penjelasan pragmatic. Ada sebuah diskusi umum, faktanya, apakah linguistic memberikan tempat cental kepada referensi dan arti proporsional dari kalimat terpisah (isolated sentences), dan apakah sebuah kesalahan memindahkan berbagai macam arti domain kedua dari arti stilistik, arti social, konotasi dan lain sebagainya. Apakah kesesuaian arti meliputi kenyataan dasar yang kurang?
Bagaimana pun, teori konsekuensi dari persetujuan atau ketidaksetujuan dengan batasan dalam cakupan linguistic secara ekstrim sulit ditentukan. )ef. Kempson, 1977:ix), sejak keputusan menggambarkan garis batas antara: kompetensi dan performansi: kalimat dan ungkapan; semantic dan pragmatic; perkiraan dan ketentuan; dan apakah satu pilihan khusus untuk sebuah kebenaran kondisi semantic atau aksi bicara semantic. Lebih lanjut, daerah ini menghubungkan satu sama lain dan sebuah keputusan dalam satu area dapat mencetuskan ketidaktepatan konsekuen di tempat lain: jika hanya satu yang jelas-cukup berpikir untuk melatih apa konsekuensinya. Sebagai contoh aktivitas berbicara tidak dibentuk dari kalimat, dan tidak seluruhnya ditetapkan dari sintaktiko-semantik bentuk dari kalimat, tetapi menyampaikan ungkapan dalam konteks (fe. Chapter 8). Mereka dapat melihat persoalan dari performansi dan bukan dari kompetensi, paling sedikit kebenaran nilai dalam abstrak, tetapi hanya menghubungkan fungsi mereka dalam beberapa konteks. Kenyataannya, sebuah pertimbangan terperinci dari daerah ini diperlihatkan dalam pertanyaan apakah sering menyebut dua cara yang bertentangan (seperti kompetensi dan performansi, kalimat dan ungkapan) adalah valid. Sebagai contoh, rangsangan ‘kalimat’ digunakan untuk memperoleh keputusan secara gramatikal kalimat secara nyata, atau apakah ungkapan itu? Apakah keputusan serupa itu membuka kompetensi atau hanya sedikit aspek dari performansi?

1. Sebuah Pendekatan untuk Wacana
Saya akan mencoba memberikan beberapa interpretasi tepat dari statemen serupa; artinya dari sebuah ungkapan bergantung dari tempat pada bagian wacana. Kewajiban ini lebih tepat didefinisikan dari pada saya memberikan lebih jauh kedekatan umum hubungan konsep. Kewajiban tersebut konsep dari struktur, melihat pembatasan pada bagian linier. Secara dekat hubungan pada konsep dari well-performedness: kemungkinan dari perbedaan koheren dan bagian inkoheren pada wacana. Hal ini juga mendekatkan hubungan kepada konsep dari predictability; ahli pidato dapat memprediksi pembicara lain seperti yang pernah dikatakan, karena ada pembatas pada bagian linier. Konsep struktur tidak diuraikan secara bebas dari konsep system: perbedaan system yang dipilih didapatkan pada tempat berbeda dalam struktur. Akhirnya, semua konsep ini diaplikasikan pada bahasa hanya dibawah asumsi data dengan sangat idealis. Laporan singkat dari konsep yang akan saya diskusikan masih panjang.
Konsep ini telah ditentukan dengan sangat detail dalam fonologi dan sintak. Bab ini juga mendiskusikan apakah wacana menerima untuk meneliti penggunaan konsep yang sama pada linguistic yang berkembang pada penelitian fonologi dan sintak. Konsep utama dari sisten dan struktur. Dengan kata lain, bagaimana persamaan wacana untuk tingkatan lain dari organisasi linguistic? Diskusi serupa mempertanyakan kemungkinan cara meneliti batasan-batasan dari linguistik sebagai sebuah disiplin; yaitu diterimanya fenomena wacana untuk rencana linguistic?
Hal tersebut mungkin sama dengan consep system dan struktur yang telah lalu dan sederhana. Bagaimana pun, ketegasan seimbang pada pemikiran bahwa analisis wacana adalah sebuah tingkatan dasar, dibandingkan dengan fonologi dan sintaksis. Sebagai anggapan menghubungkan wacana atau teks dalam bahasa inggris, kita tidak pernah mendeskripsikan dasar taksonomi atau statemen dari batasan distribusional dasar. Selain structural (sintagmatik) atau sistematik (paradigmatic). Kida hanya membandingkan statmen terpisah dari macam-macam yang saya ilustrasikan pada bab 4.
Ternyata ahli bahasa tidak hanya meneliti bahasa, tetapi mereka juga meneliti cara-cara particular (beberapa menyebut ‘peculiar’). Oleh karena itu, yang menarik untuk dilihat adalah wacana dapat teliti dengan berbagai cara. Jika tidak dapat, hal tersebut telah disetujui kemudian menjadi konsekuensi serius. Untuk mengimplikasi bahwa konsep linguistic dikembangkan untuk penelitian fonologi dan sintaksis (dan umumnya, daerah kasus linguistic) yang hanya merupakan artefak idealism tinggi dan macam-macam artificial dari penelitian, dan hanya memiliki nilai dalam persetujuan dengan data yang disusun dengan baik serta idealis dalam dua cara; melalui batasan hingga contoh-contoh yang keduanya lebih kecil daripada kalimat dan juga meneliti keluar konteks. Sebagai alternative, hal ini bias diimplikasi bahwa wacana tidak semuanya diorganisasi secara linguistic. Wacana dengan jelas menghadirkan secara berulang pola bahasa, tetapi mungkin hasil dari organisasi nonlinguistic; hasilnya, sebagai contoh lebih pada karakteristik umum dari pemikiran manusia dan pemecahan teka-teki.
Hal ini dapat dilihat bahwa argument dalam bab ini menyimpang dari konsentrasi sosiolinguistik, sungguh pun analisis bahasa alami dan yang didasarkan atas macam-macam susunan dan isolasi fragmen bahasa yang saya kritisi. Bagaimana pun Hymes dan Labor, keduanya memiliki argument yang konsisten, perbedaan antara linguistic dan sosiolinguistik akhirnya ditentang. Di satu sisi, sosiolinguistik tidak dapat eksis dalam menghadirkan bentuk tanpa sejarah panjang dari usaha keras deskripsi formal dengan teori linguistic. Di sisi lain, kelemahan dari data awal teori linguistic adalah sebuah rahasia umum dan linguistic akhirnya menjadi dasar pada analisis dari kenyataan bahasa yang digunakan pada konteks social. Pertanuaan utama yang didiskusikan dalam bab ini bagaimana idealisasi yang dapat dibenarkan atau tidak dapat dihindari dalam mendeskripsikan bahasa secara alamiah. Argument yang berpusat pada hubungan antara analisis logis pada idealis bahasa dan analisis bahasa alami. Ada beberapa pertanyaan penting daripada ketetapan batasan, antara linguistic dan sosiolinguistik.
2. Predictability dan Well-formedness
Mandelbrot (1965:263) dengan ringkas menerangkan dengan jelas paradok yang kita uraikan sebelum kita dapat memproses lebih lanjut: ‘wacana manusia adalah 2 hal dengan struktur tinggi dan hal ini merupakan pernyataan lama, apakah kata-kata mengikuti aturan dan apakah sesuatu muncul dengan tidak sengaja menjadi fleksibel dan kreatif dapat dideskripsikan oleh sebuah system formal.
Hal tersebut selalu diargumentasi bahwa analisis wacana menunjukkan masalah analisis particular, karena dalam menghubungkan wacana ‘segala hal dapat mengikuti segala sesuatu’. Saya beri penjelasan singkat dan jawaban informal untuk argumentasi dalam bab 1, tetapi

Seseorang berargumentasi, secara umum percakapan dan menulis adalah persoalan factual, tetap dan berulang, dan memperluas fantasi yang telah dikonstruksikan pada tema ini. Sebagai contoh, Frayn (1965) pada novelnya The Tin Men menyindir keberulangan dari beberapa cerita dalam pres populer. Satu karakter milik pekerja komputerisasi menulis artikel untuk stok dan bertema sepele, seperti “Child told dress unsuitable by teacher’ (“Anak-anak memberitahukan gaun yang cocok oleh guru) atau ‘sebuah kesetiaan pemimpin pada kemeriahan upacara’. Prosedur menulis otomatis konsisten secara khusus pada sebuah pola struktur luas ditambah sebuah keterbatasan keadaan grammar untuk kalimat. Pencerita dari cerita Dahl’s, The Great Automatic Gramatizator memiliki keutamaan yang sama dengan ide untuk cerita pendek. Bagaimana pun, hal ini dapat dikatakan, sindiran buruk dan praktik berulang: pada prinsipnya, mungkin argumentasi, tidak ada cara dari prediksi apa yang akan dikatakan atau ditulis selanjutnya, apakah praktik tersebut baik atau buruk.

Implikasi dari klaim bahwa ‘segala sesuatu dapat mengikuti segala sesuatu’ bahwa wacana tidak mempersoalkan kesamaan bermacam-macam aturan dan ketidakluwesan yang ditemukan pada fonotaktik dan sequen sintaktik. Keberatan ini harus dijawab, sejak hal ini selalu mengurus bahwa keseluruhan usaha fonologi dan sintaksis merealisasikan kemungkinan dibuat layak perbedaan antara well-formed dan ill-formed rangkaian elemen. Sebelum kita mendiskusikan sistematik dan organisasi structural pada wacana, ada sesuatu logika yang lebih dulu ditanyakan hingga menjadi putusan; apakah bisa dipertimbangkan untuk membicarakan wacana bentuk terbaik dan bentuk buruk? Hal ini cukup jelas bahwa dugaan pre-theoretis dari hal yang diterima digunakan untuk sekuen wacana, sejak pembicara boleh mengkomplain ungkapan menjadi hilang atau menyimpang dengan mengatakan berbagai hal serupa: Anda tidak menjawab pertanyaan saya, dia tidak mengatakan ‘hello’, atau dia tidak pernah memasukkan poin; dan guru boleh complain bahwa siswa mengarang tidak koheren. Keseluruhan diskusi pada bab 2, 3 dan 4 berasumsi secara luas bahawa sekuen wacana dapat memutuskan menjadi berterima atau menyimpang. Bagaimana pun, beberapa ahli bahasa bertanya apakah pembicara jelas menerima perbedaan konsep teori dari well-formed (bentuk yang baik).
Yang pertama dari semua, hal penting yang ditegaskan bahwa konsep dari well-formed pada fonologi dan sintaksis adalah meragukan dari pada diakui, dan dijalankan hanya dibawah idealism ekstrem. (beberapa ahli bahasa, contohnya Halliday, menolak konsep batasan jelas antara wellformed dengan illformed. Bagaimanapun konsep memegang lebih luas, dan harus didiskusikan.)
3. Fonotaktik
Dalam fonotaktik, hal ini terlihat mudah untuk membedakan well-formed dari ill-formed sekuen dari fonem. Bagaimana pun, hal ini mungkin khusus pemaksaan fonotaktik dengan kepercayaan hanya jika data yang sangat terbatas. Seringnya, fonotaktik bahasa inggris memaksa meletakkan aplikasi hanya pada bentuk kutipan/tanda pada kata terisolasi. Hal tersebut sangat sulit, tidak mungkin, khususnya batasan pada segmen yang secara alami terjadi dan bersifat data percakapan. Paktanya, beberapa ahli fonologi (e.g. G Brown, 1977:16) berargumen bahwa sangat mungkin membuat transkrip fonetik pada hubungan pembicaraan santai, apa secara normal diletakkan pada paksaan fonotaktik dalam bahasa inggris. Sebagai contoh, inisial cluster konsonan mengikuti pelafalan secara sempurna: giraffe; potato. Beberapa kasus dapat dicatat secara umum pada pengulangan vocal atau penghilangan pembicaraan biasa. Bagaimana pun pada hal lain perbedaan jenis atau idealisasi harus dibuat. Variasi gaya bicara, disamping gaya biasa pada umumnya, adalah normal termasuk dari fonotaktik data; contohnya, meniru-niru pemabuk, orang celat, dan bayi bicara. Data juga harus dibatasi untuk logat individual. Lebih lanjut, jarak item leksikal diambil sebagai idealisasi bentuk tanda dibatasi juga, dengan pembicaraan kasar, secara penuh asimilasi kata-kata alami yang biasa beredar. Beberapa penelitian mungkin belum benar-benar memabtasi morfem dari pada kata, atau sejajar dengan kata-kata monosilabik. Sebagian besar konsisten posisi kemungkinan memaksa menerapkan silabel. Secara normal semua meniadakan cluster inisial yang dipinjam seperti schmaltz dan Buenos Aires , imitasi bunyi seperti vroom, jarang kata-kata seperti sphragistics dan sebagainya. Saya menyangka bahwa beberapa ahli bahasa melupakan jumlah perbedaan jenis dari idealisasi yang normal mereka terima. (Cf. Lyon, 1977: 586-9).
Beberapa kesulitan dalam menetapkan batasan fonotaktik engan penuh didiskusikan oleh Algeo (1978), siapa menyampaikan ketidaksetujuan pada penelitian fonotaktik bahasa inggris, yang mengutamakan kaitan perbedaan keputusan tentang bagaimana idealisasi dasar data. Pada basis idealisasi ekstrem meliputi pembatasan fonologi spesifik. Algeo berargumen bahwa ada cluster konsonan dalam bahasa inggris yang tidak menegaskan kumpulan yang baik. Hal ini tidak berarti bahwa perbedaan arti, membatasi secara kabur.
4. Gramatikal
Keyakinan yang mungkin dibersihkan dan dipotong aturan gramatikal, jelas mengawali transformasional gramatikal, yang mengurangi kejelasan. Hal tersebut sekarang tidak diketahui bahwa intuisi gramatikal bukanlah sebuah jendela yang jelas dalam kompetensi, tetapi gramatikal membuka kesalahan performansi dan memanipulasi kondisi eksperimental (Labov, 1972a: 192-9;1975a). intuisi tentang gramatikal dan juga tentang relasi semantic, ternyata terjadi dengan pelafalan yang tak dapat dipercaya menajdi daerah crusial pada teori transformasional, untuk beberapa struktur permukaan. Namun, juga bila ada beberapa contoh meragukan, ada beberapa kalimat yang bergramatikal jelas dan yang lain tidak jelas. Praktiknya, tidak selalu dengan sebuah argument rasional yang baik, ahli bahasa selalu menset up grammar pada basis atau clear-cut kasus dan kemudian ‘segera menentukan gramar’ kasus yang meragukan mereka sendiri. (N Smith 1977:233-8, mempertahankan praktik ini; tetapi Lyons 1977: 384-5, menetapkan secara sederhana bahwa dia akan mengikuti hal tersebut).
Catatan, bagaimana pun bahwa kategori dari batasan yang selalu menyebutkan secara nyata tidak sesuai ilmu gramatikal merupakan sebuah rekaan secara luas dari ahli bahasa tipe Chomskyan.
5.1 By by and hockey puddle takes
Akan selalu dihormati oleh ahli linguistic tradisional, baik oleh ahli bahasa naïf, maupun yang tidak menggunakan gramatikal sebagaimana mestinya. Lyons mengusulkan (1977; 379ff) bahwa pokok tes ill performedness adalah corrigibility, tetapi kemungkinan untuk membenarkan beberapa batasan seperti 5.1. Komentar yang sama diimplikasikan untuk batasan yang disebutkan Chomsky sebagai gramtikal tetapi semantic ganjil, seperti berikut:
5.2 Sincerity admires John.
5.3 Colourless green ideas sleep furiously
Beberapa batasan tidak dapat diinterpretasikan, dalam pemisahan minimal. Sebuah tes dari pernyataan tegas yang dimana mereka tidak dapat memepercayai paraphrase. Konsep dari ketidak sesuaian gramatikal mungkin dilihat untuk diaplikasikan secara lain pada batasan dimana beberapa native speaker dapat memperbaiki (dalam sebuah pengertian non prescriptive, tentu):
5.4 *The car who is in the garage
5.5 *Come you here often?
5.6 *He am here
Masalah keterangan yang menyimpang dari batasan seperti 5.1 sering memalsukan hasil, tetapi mungkin tidak begitu benting, sejak beberapa grammar yang dapat menghalangi batasan yang dapat dibenarkan secara otomatis menghalangi keterangan menyimpang yang lain dengan baik.
Penyajian masalah variasi tersebut, Lyons (1977:385) berargumen bahwa status pre teoritikal dari gramatikal merupakan satu persoalan fundamental yang membagi ahli bahasa masa kini. Persoalan yang jelas membagi transformasional dan ahli bahasa sistemik, sebagai contoh. Sebuah standar dari Chomskyan menunjukkan perbedaan tajam antara gramatikality (mempercayai bahwa putusan clear-cut mungkin di sini) dengan hal yang dapat diterima dalam konteks (mempercayai ini menjadi subjek pada beberapa factor performansi yang tak ada hubungannya menjadi dapat diselidiki). Haliday, di sisi lain berargumen, bahwa tidak ada perbedaan yang digambarkan antara gramatikal dan apa yang dapat diterima (meskipun tidak semua ahli linguistic sistemik berprasangka demikian).
Dikurangi secara radikal, jika satu menghadirkan konsep dari aliran gramatikal, tidak ada satu pun yang mendemonstrasikan bahwa aliran gramatikal menjadi pasangan yang berbeda. Ada fakta sebab berasumsi bahwa aliran gramatikal menetapkan kebohongan pada sebuah kontinum dan bahwa rangkaian gramatikal kalimat (seperti rangkaian dari well-perfomed syarat fonem) adalah tidak menentu. Hal yang mungkin lebih penting adalah keberatan ‘membiarkan penentuan gramar’ kasus yang meragukan: hal ini memaksa pasangan memutuskan apakah mungkin data terus menerus inheren. Comsky sendiri mengambil konsep keluar dari matematis, pendekatan sederhana untuk mengasumsikan tanpa argument kelas dari kalimat well ferform dalam sebuah bahasa adalah keputusan yang baik. Dugaan kesetiaan teori berbahasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Search

Memuat...

NEWSREEL

Loading...

Pengikut